Connect with us

News

*Mendapat Somasi, BPJS Kesehatan Bertemu Dengan Komunitas Pasien Cuci Darah*

Published

on

Pewarta212.comHari ini, Selasa (9/7/2019), Pengurus Pusat Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) dan LBH Harapan Bumi Pertiwi menemui BPJS Kesehatan. Pertemuan ini untuk memenuhi undangan BPJS Kesehatan terkait somasi yang dilayangkan oleh KPCDI.

“Kedatangan kami (KPCDI) ingin menyampaikan keberatan tentang sistem rujukan berjenjang setiap 3 (tiga) bulan sekali. Sistem rujukan tersebut sangat merepotkan pasien gagal ginjal. Faskes Pratama tidak punya kompetensi untuk memeriksa kondisi kesehatan pasien. Jadi tujuan rujukan hanya mengurus selembar kertas sebagai syarat administrasi semata, sementara kondisi fisik kami rata-rata sudah lemah,” jelas Tony Samosir Ketua Umum KPCDI.

Kedatangan delegasi KPCDI dan LBH Harapan Bumi Pertiwi diterima langsung Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf dan dr. Hidayat Sumintapura, MKes dari Analis Jaminan Pembiayaan Manfaat Rujukan.

Hidayat menjelaskan bahwa saat ini sudah ada draf Pedoman Pelaksana (Manlak) terkait rujukan berjenjang dengan kondisi tertentu yang sedang dibahas dengan Kementerian Kesehatan.

“Dalam Perpres No 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan, pada pasal 55, point 7, berkaitan dengan rujukan, dalam kondisi tertentu akan diatur lewat Peraturan Menteri Kesehatan. Jadi, aturan kondisi tertentu ini masih dalam bentuk draf Manlak dan belum diundangkan. Tapi disana ada disebutkan bahwa hemodialisa, thalasemia dan gangguan kejiwaan adalah kriteria dengan kondisi khusus dan tidak perlu lagi mengurus rujukan berjenjang tiap 3 (tiga) bulan,” ungkap Hidayat Sumintapura.

“Jangan hanya hemodialisa saja karena ada terapi lain, seperti pasien peritoneal dialisis (cuci darah mandiri) dan post transplantansi ginjal. Mereka juga berkebutuhan khusus. Sistem rujukan akan memperberat diri mereka juga,” ujar Tony menimpali pernyataan.

Pada kesempatan itu, salah satu pasien hemodialisa, Rosida melakukan testimoni.

“Saya ini mengalami komplikasi tumor palatum. Hanya RSCM yang punya fasilitas hemodialisa untuk pasien seperti saya. Jalan saja susah apalagi harus urus rujukan berjenjang. Belum lagi rumah sakit rujukan membatasi jumlah quota pasien. Kalau penuh, terpaksa saya harus pulang ke rumah, walau itu sudah antri sepagi mungkin,” ungkap pasien yang sudah cuci darah sebelas tahun itu.

Tony Samosir juga meminta agar BPJS Kesehatan juga menambahkan poin yang lengkap seperti dengan terapi hemodialisa, peritoneal dialisis dan post transplantasi ginjal pada draf Manlak di Peraturan Menteri Kesehatan tersebut

“Intinya pasien gagal ginjal kronik beserta penyakit komplikasi tambahan harus sudah tidak ada lagi aturan rujukan berjenjang per tiga bulan. BPJS Kesehatan harus menyampaikan hal ini dalam pertemuan harmonisasi yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan beserta stakeholders lainnya,” tegasnya.

BPJS Kesehatan berjanji akan membahas usulan KPCDI tersebut dalam rapat internal dengan pimpinan BPJS Kesehatan dan membawanya pada rapat di Kementerian Kesehatan

Sementara itu, pengacara LBH Harapan Bumi Pertiwi, Jhondry Gultom, SH mengatakan bahwa KPCDI melalui LBH Harapan Bumi Pertiwi akan melayangan surat kepada Menteri Kesehatan.

“Kami akan mempertanyakan tentang kebenaran draf Manlak pada Peraturan Menteri Kesehatan tersebut. Dan mendesak agar draf tersebut segera diundangkan, termasuk semua usulan KPCDI diakomodir dalam peraturan tersebut,” pungkasnya

Jakarta, 9 Juli 2019

Pengurus Pusat
Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI)

Ketua Umum : Tony Samosir (081380502058)
Sekjen : PH Hariyanto (081310639319)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

PELANTIKAN PRESIDEN DAN WAPRES MERAJUT PERTIKAIAN MASYARAKAT

Published

on

Oleh Agun Gunanjar

Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia , Ir H Joko Widodo dan Prof KH. Ma’aruf Amin, merajut kembali perbedaan dan pertikaian yang terjadi di masyarakat.

Pelantikan Presiden dan wakil Presiden masa bakti 2019 – 2024 di gedung
Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta Selatan, Minggu (20/10) nampaknya mengakhiri perbedaan dan pertikaian seluruh tahapan perhelatan konstestasi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta anggota Legislatif.

Perhelatan pemilihan Presiden dan wakil Presiden yang terjadi di masyarakat, nampaknya banyak hal yang telah kita lalui; ketegangan, gesekan, benturan, kekera san, hingga berujung di peradilan, baik pidana, perdata maupun ke Mahkamah Konstitusi.

Hingga saat ini masih ada yang tersisa, dan yang masih diproses. Kami berharap dapat segera diselesaikan dengan arif,
dan berkeadilan.

Demikian juga halnya pada sebagian, entah besar atau kecil, yang masih belum bisa melupakannya atas berbagai perjalanan pengala mannya di kancah Pemilihan anggota Legislatif, terutama Pemilihan Presiden dan wakil Presiden tahun 2019.

Pertikaian, terutama bagi mereka yang bersentuhan, berhadapan secara langsung di lapangan.

Para sahabat semua, Kontestasi tersebut telah usai dengan dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden terpilih, yang telah diawali dengan pelantikan anggota MPR, DPR, DPD dan DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia.

Kini saatnya kita MERAJUT KEMBALI PERTIKAIAN, diantara kita sesama anak bangsa, yg memang faktanya dan ciptakan-NYA, bahwa kita beragam dan berbeda.

Mari kita saling mengakui, menghormati dan menerima perbedaan itu, untuk tujuan yang sama yakni kedamai an, kebahagian, kesejahte raan bersama.

Itulah Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Padamu negeri kami berjanji, Padamu negeri kami berbakti, Padamu negeri kami mengabdi, Bagimu Negeri Jiwaraga kami.

Salam keragaman, salam lima jari, Agun Gunandjar Sudarsa, Ketua Dewan Pembina Forum Bhinneka Indonesia (FORBIN)-(19/10)

Continue Reading

News

PELAYANAN PUBLIK BAHASA INGGRIS WRITTEN AND SPOKEN DI KUNINGAN JAKARTA SELATAN

Published

on

Jkt, ( 17/10) – Kawasan kuningan Jakarta Selatan yang selama ini tempat kegiatan berbagai usaha dan kegiatan pemerintahan, usahawan, perkantoran, dan pendidikan tinggi kini muncul pelayanan publik di bidang bahasa Inggris, written and spoken dan TOEFL serta terjemahan tersumpah.

Kabar gembira, bagi karyawan pelajar dan masyarakat umum.
diselenggarakan pelatihan bahasa Inggris, written and spoken dan TOEFL, terjemahan tersumpah,serta Jurnalistik, nampaknya kebutuhan komunitas setempat, yang belum terpenuhi, ungkap Drs Risman Thomas, MAP, MM.

Mantan pejabat pemda DKI Jakarta itu lebih akrab dipanggil Risto, Ia sebagai
koordinator instruktur pelati han, mengatakan kepada wartawan di gedung Mall Pelayanan publik, Jakarta Selatan, Kamis (17/10)

Kegiatan ini sebagai, pendukung berbagai tugas tugas birokrat, enterprenus dan mahasiawa, kini nampaknya kawasan Rasuna Epicentrum dan Gelanggang Remaja Brojo Soemantri itu, sudah menjadi pusat informasi, komunikasi dan koordinasi oleh segenap warga dan masyarakat, tambah Risto serius.

Tim Risto yang bergabung dengan Perkumpulan Gerakan Ok Oce ( PGO), menyelenggarakan pelatihan dan terjemahan bahasa Inggris dan bimbingan skripsi – tesis bagi calon sarjana yang bermasalah menyelesaikan penelitiannya.

Tim instrukrtur terdiri atas Bustanudin mantan wartawan Antara bidang luar negeri, Risto mantan pejabat Pemda DKI Jakarta, Rina Agustina mantan Dosen Gunadarma, Bambang Sudiyono, mantan ASN BATAN Serpong dan Herman profesional IT.

Mata pelajaran diberikan, mulai dari tingkat dasar Elementary, Intermadiate dan Advance. Pertemuan 2 kali seminggu Indoor and Outdoor untuk morning and afternoon class dan evening class.

Bagi peminat ingin menjadi petugas humas, ” Public Relation, ” dan wartawan sejati pelatihan diadakan setela Magrib di kawasan pusat Wisata Kuliner Jakarta Tenteram Sejahtera Kemayoran depan Porles Metro Jakarta Pusat.(002)

Continue Reading

News

GOKAR DIRAMAIKAN BURUNG ENGGANG DARI KALTIM

Published

on

Jkt, (16/10) – Goyang Karawang ( Gokar) diramai kan tari burung enggang dari Kalimantan Timur yang tampil sebagai perkenalan, untuk menyambut HUT ke 386 Kabupaten Karawang Jawa Barat.

Selain itu untuk mendukung dan memeriahkan tarian massal yang berskala internasional, ditampilkan penari goyang karawang sejumlah 17.000 orang penari di lapangan Galuh Mas Kerawang, Jawa Barat, baru baru ini.

Setelah perkenalan tari burung enggang dan penari sanggar tari lainnya dari delapan negara, berasal dari Hongkong, Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Brunai, Korea dan Indonesia.

Tari Burung Enggang yang memukau, ditampilkan oleh sanggar tari ” Kaltim Berdau hulat”, dipimpin Dra Novarita MM di hotel Merque, kata Alif Al Akbar Leader Organi zer ( LO) dan anggota Forum Pembauran Kebang saan (FPK) DKI Jakarta.

Penari yang berasal tampil
dari berbagai sanggar tari, grup kesenian dan ikut pelajar serta masyarakat karawang, bergoyang di lapangan Galuh Mas Karawang, mulai petang ber akhir Magrib. Tari Gokar
untuk meraih Record Muri.

Inilah gaya kostum penari burung Enggang dari Kaltim. Foto Alif

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berturut turut

Acar selama tiga hari berturut turut, mulai dari perkenalan kesenian tari dari delapan negara di hotel Merque, acara Goyang Karawang ( GOKAR) di lapangan Galuh Mas dua, yang menghadirkan penari sejumlah 17 ribu orang untuk meraih Record Muri.

Dilanjutkan dengan Festival Goyang Karawang Internasional 2019, diikuti seribu orang peserta
dlaksanakan di Panggung Pentas kebesaran galuh mas satu Karawang.

Kirab hijat

Pada kirab hajat budaya rakyat Karawang yang berlangsung di lapangan alun alun Kerawang, Jawa Barat, pertengahan bulan September 2019, nampak nya success luar biasa, ungkap koordinator kesenian dari Malaysia.

Menurut Leader Organizer Tari Burung Enggang Alif yang memimpin “Sanggar Mawar Berdaulat”, Kesuksesan tari Goyang Karawang karena adanya keterpaduan peserta penari dan kedisiplinan yang kental oleh setiap grup dan sanggar tari yang berbeda.

Ucapan selamat tertuju kepada Bupati Celli pada hari jadi kabupaten Kerawang, dengan Tema, membangun bersama, menuju karawang jaya, mulya dan Tohaga (Jamuga), ujarnya.

Masyarakat Karawang yang menyuguhkan Tarian dan Festival Goyang Karawang pada HUT Kabupaten Karawang ke 386, pertenga han September, tari Goyang Karawang nampaknya dapat mendukung kunjungan wisata secara nasional, bahkan Internasional, ujar penari dari Thailnd.

Berdaulat

Pimpinan Sanggar Tari Kaltim berdaulat Novita mengungkapkan, Tari Burung Enggang atau biasa disebut Tari Enggang, sebuah tarian Suku Dayak Kenyah Kalimantan Timur.

Tari Burung Enggang menjadi tarian wajib dalam setiap upacara adat Suku Dayak Kenyah. Tari Burung Enggang menggambarkan kehidupan sehari-hari burung enggang yang biasanya dibawakan oleh wanita-wanita muda Suku Dayak Kenyah, demikian Novarita. (0034)

Continue Reading

Trending

Copyright Ā© 2018 Pewarta 212