Connect with us

Tak Berkategori

LP Cipinang, Panggung Pertunjukan Terbesar Ahmad Dhani

Published

on

Ahmad Dhani bisa menjadi martir yang memicu perlawanan besar terhadap Jokowi yang saat ini tengah berjuang mempertahankan elektabilitasnya yang terus menurun.

Oleh : Hersubeno Arief

Ada satu pelajaran berharga dan penting yang dapat kita petik dari kasus musisi Ahmad Dhani Prasetyo. Di negeri ini Anda boleh berbuat apa saja, termasuk memaki seorang capres, tapi jangan pernah jadi oposisi.

Ahmad Dhani divonis hakim 1.5 tahun penjara, dan langsung masuk tahanan karena dinilai terbukti secara sah melakukan ujaran kebencian melalui akun media sosial Twitter. Dhani dinilai memenuhi unsur pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Tiga cuitan Dhani lewat akun @AHMADDHANIPRAST yang membawanya masuk bui sebagai berikut :

Dhani Ahmad Prasetyo@AHMADDHANIPRAST

Yg menistakan Agama si Ahok… yg di adili KH Ma’ruf Amin…ADP

Dhani Ahmad Prasetyo@AHMADDHANIPRAST

Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu di ludahi muka nya – ADP

Dhani Ahmad Prasetyo@AHMADDHANIPRAST

Sila Pertama KETUHANAN YME, PENISTA Agama jadi Gubernur…kalian WARAS??? – ADP

Habiburahman Anggota Tim Advoaksi Badan Pemenangan Pemilu (BPN) Prabowo-Sandi mengaku mereka telah melaporkan 20 kasus pencemaran nama baik dan fitnah ke Bawaslu dan Bareskrim Polri, sebagian besar kepada Paslon nomor 02, tapi sampai sekarang belum satupun diproses. “Beberapa diantaranya sudah kami laporkan tiga bulan lalu,” ujarnya.

Salah satu kasus yang cukup menonjol adalah makian Bupati Boyolali Seno Samodro terhadap capres Prabowo Subianto. Menanggapi guyonan “tampang Boyolali,” Seno memaki “Prabowo Asu,” alias Prabowo Anjing. Sebuah makian tak pantas dan kasar yang dilakukan oleh seorang kepala daerah kepada seorang capres.

Kasus Ahmad Dhani bila tidak dikelola dan ditangani dengan baik, bisa menjadi semacam pemicu munculnya gerakan publik yang dipicu oleh perceived injustice. Sebuah persepsi perlakuan yang tidak adil di kalangan masyarakat.

Orang bisa saja tidak suka terhadap Ahmad Dhani. Tapi mereka juga tidak suka ada orang yang diperlakukan tidak adil. Diperlakukan sewenang-wenang. Itu semacam akal dan nalar sehat publik.

Pilihan rezim untuk bersikap keras terhadap salah satu juru kampanye Prabowo-Sandi ini sangat mengejutkan. Apalagi dilakukan hanya puluhan hari jelang pilpres.

Ahmad Dhani bagaimanapun merupakan publik figur dengan penggemar sangat besar. Kendati sering bertindak kontroversial, dia merupakan salah satu ikon industri kreatif. Salah satu figur jenius dalam industri musik Indonesia. Penggemarnya melampaui pilihan politiknya.

Ahmad Dhani bisa menjadi martir yang memicu perlawanan besar terhadap Jokowi yang saat ini tengah berjuang mempertahankan elektabilitasnya yang terus menurun.

Seharusnya kalau toh Ahmad Dhani dijatuhi hukuman, tak perlu harus diperlakukan secara keras segera masuk tahanan. Tidak ada satu alasanpun yang cukup kuat bagi hakim untuk memerintahkannya segera masuk tahanan mengingat kasusnya “hanya” berupa pelanggaran UU ITE.

Menjebloskan Ahmad Dhani langsung ke tahanan hanya menunjukkan ada kemarahan dan kebencian yang sangat besar dari rezim kepada Ahmad Dhani. Dan ini tentu sangat merugikan. LP Cipinang bisa diubah oleh Ahmad Dhani menjadi panggung pertunjukan baru. Sebuah panggung politik besar.

Dalam bidang penegakan hukum, pemerintahan Jokowi saat ini tengah mendapat sorotan tajam dalam dan luar negeri. Yang paling banyak mendapat sorotan adalah batalnya pembebasan Abu Bakar Ba’asyir, pemberian remisi terhadap pelaku pembunuhan wartawan di Bali, dan pembebasan bersyarat terhadap pembobol Bank Century Robert Tantular.

Ba’asyir batal meninggalkan LP Gunung Sindur setelah menimbulkan perdebatan internal di kalangan petinggi pemerintahan. Nyoman Susrama mantan kader PDIP yang membunuh wartawan Jawa Pos mendapat remisi dari hukuman seumur hidup menjadi hukuman penjara 20 tahun. Sementara Robert Tantular remisinya bikin publik dan pimpinan KPK hanya bisa geleng-geleng kepala.

Robert Tantular mendapat remisi 74 bulan, 110 hari atau hampir 77 bulan. Barangkali remisi ini bisa diusulkan masuk Musium Rekor Indonesia (MURI), bahkan Guiness Book of Record. Jadilah Robert bisa melenggang keluar tahanan dengan hanya menjalani 10 tahun penjara dari vonis 21 tahun penjara.

The Economist, majalah ekonomi sangat berpengaruh yang berbasis di London juga mengecam tindakan Jokowi. Dalam bahasa yang sarkas The Economist membuat berita berjudul : *“Undeserving, Indonesia’s president toys with releasing a terrorist ideologue. Tidak pantas. Mainan Presiden Indonesia dengan melepas seorang ideolog teroris.

Dalam dua pekan terakhir The Economist majalah yang sempat mengundang Prabowo untuk bicara dalam sebuah forum bergengsi The World In 2019 di Singapura, telah dua kali menulis artikel yang mengecam Jokowi.

Majalah Tempo menengarai rencana pembebasan bersyarat Ba’asyir yang kemudian dibatalkan, semua didasarkan pada pertimbangan elektabilitas Jokowi. Seperti diakui Sekjen Partai Bulan Bintang Afriansyah Ferry Noer, pembebasan Ba’asyir diusulkan oleh Yusril dengan kalkulasi akan mengerek suara Jokowi di kalangan umat Islam. PBB yang dipimpin oleh Yusril juga diuntungkan.

Namun ternyata rencana tersebut mengundang kontroversi. Perdana Menteri Australia Scott Morisson menyampaikan protes keras. Para pendukung Jokowi dari kalangan non muslim juga mengancam menarik dukungan.

Dari pemantauan di media sosial muncul reaksi yang sangat keras dan bila dikonversi ke suara berpotensi menggerus elektabilitas Jokowi sampai 4%.

Jadi semua bermuara pada kalkulasi elektabilitas. Pertimbangan kemanusiaan, dengan alasan Ba’asyir sudah sepuh hanya kemasan publik. Jokowi dan Yusril melihat status Ba’asyir bisa dikapitalisasi sebagai keuntungan politik. Kasus ini bermula dan berakhir pada elektabilitas Jokowi.

Doktrin all about electability, semua tentang elektabilitas telah menjadi ciri khas yang menonjol sangat kuat pada pemerintahan Jokowi. Entah mengapa pada kasus Ahmad Dhani doktrin ini luput diterapkan?

https://www.hersubenoarief.com/artikel/lp-cipinang-panggung-pertunjukan-terbesar-ahmad-dhani/

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tak Berkategori

GURU PAUD SE DKI JAKARTA, TERKENDALA TEMPAT ACARA.

Published

on

Jakarta, (20/6)- Sekitar 8000 guru Pendidikan Usia Anak Dini ( PAUD) se kota DKI Jakarta, terkendala selenggarakan HUT Paud ke 68 yang direncanakan, Minggu (23/6).

Meskipun tempat acara semula di kawasan Monas, disetujui Gubernur DKI Jakarta, dan undangan telah disebarkan, tetapi acara di Monas, dibatalkn dan dialihkan ke lokasi lain yang saat ini panitia masih mencari, dan mencari tempat pengganti belum dapat kata ketua panitia kepada Wartawan, Kamis (20/6).

” Kami tetap laksanakan Hut Paud ke ,68 tersebut pada hari Minggu, 23 Juni 2019, ” ujar Yati lewat hand phonenya dengan nada kebingungan kepada Watawan

Guru PAUD dan murid. foto Sri

Menurut Yati, Ia dengan tim dan panitia dari unsur guru guru PAUD hampir 2 bulan mempersiapkan tempat dan acara HUT Paud.

Tempat acara yang sudah rampung di Kawasan Monas, tiba tiba ada Rakor terpadu di Dishub Pemda DKI Jakarta, Selasa lalu (17/6), acara PAUD mendadak dikensel.

Alasan pimpinan Rapat kordinasi karena kawasan Monas Minggu (23/6) dikunjungi sejumlah 358 ribu peserta dari daerah, kata Alfred tim kerja HBKB Pemda DKI Jakarta.

Peserta hadir rapat koordinasi, dihadiri 12 Partsipan dan komunitas dari berbagai unit dan instansi.

Rapat nampaknya terfokus pada acara Festival Damai dengan Tema, ” Festival Damai Merajut Persatuan Dalam Kebhinekaan dan Milenial Road Safety, ” ujar Komisaris Polisi Satlantas Polda Metro Jaya Enny. S.

Ketua Panitia Hut Paud DKI Jakarta ke 68, tempat, yang semula kegiatan di Monas, dicancel, alternatif dilirik di dua tempat, yaitu, Kawasan Lapangan Bola Kaki Kuningan atau di TMII Jakarta Timur, ujar Yati ketua HUT Paud se DKI Jakarta. (002)

Continue Reading

Tak Berkategori

PENGACARA BW NYALIP KAWAT MASUK MK

Published

on

Jkt, (19/6) – Pengacara Bambang Widjoyanto (BW) menyalip kawat berduri untuk memasuki pekarangan MK di Jalan Medan Barat, Selasa lalu (18/6).

Perjuangan mencari kebenaran, nampaknya penegak hukum sampai menyalip kawat berduri yang dipasang di seputar kawasan tempat sidang sengketa Pilpres tahun 2019.

Pemasangan kawat berduri membuat Bambang Widjojanto yang akrab dipanggil BW, semakin tegar pada sidang kedua, dan ketiga meskipun menyalip kawat berduri untuk mencapai ruang sidang di MK.
Ia selaku ketua Tim Hukum Prabowo Sandi ketika mau masuk gedung MK yang di kelilingi kawat berduri dan petugas menjaga siap siaga.

Kawat berduri dan barier, membentang di lingkungan gedung MK, mulai dari depan gedung Menhankam, Musium Gajah, hingga gedung Kominfo kawat berduri dan barier sulit ditembus oleh pengunjuk rasa.

Laskar emak emak tetap happi unjuk dan tertib mengikuti sidang MK. Foto Osi

Untuk.mengatasi, bgm mencapai gedung MK? BW menuju jalan pintas lewat samping pagar pembatas dalam lingkungan kawasan Monas.

Ia memiringkan badan sehingga BW mampu menyalip kawat berduri sehingga Ia bisa masuk ke halaman MK.

BW yang sebelumya berjalan setapak sambil melihat lihat dan mencari celah untuk menembus lapisan kawat berduri sampai juga ke tempat sidang.

” Wah sampai begini gawat, kawat berduri dipasang, dan kemaren tidak berkendala, ujar BW di pekarangan MK.

Sementara, Laskar emak emak dengan bersemangat, menghadiri arena sidang tetap Happi, saat aksi Demo terus berlangsung (028)

Continue Reading

Tak Berkategori

MONAS BAKAL DIPADATI PESERTA FESTIVAL DAMAI

Published

on

Jkt, (18/6) – Kawasan Monumen Nasional (Monas) bakal dipadati Peserta Festival Damai, yang diselenggarakan oleh jajaran Polda Metro Jaya, Minggu depan (23/6).

Peserta yang akan hadir, diperkirakan sekitar 385.000 orang, datang dari berbagai daerah, kata Kompol Enny S, dari Satlantas Polda Metro Jaya di ruang Rapat Dishub, Selasa (18/6).

Rapat koordinasi Festival Damai di kantor Dishub DKI Jakarta, Selasa (18/6) Foto Rini.

Rapat koordinasi, yang dipimpin oleh Rini dari Dishub dan Kompol Enny S dari Polda Metro Jaya, dikatakan Rini bahwa acara Festival Damai, berkaitan dengan HUT kota Jakarta ke 492 dan Hari Bebas Kenderaan Bermotor ( HBKB), dan Jalan Sudirman – Thamrin ditutup mulai pukul 06.00 sd 11.00.

Tema, ” Festival Damai Merajut Persatuan dalam Kebhinekaan dan Milineal Road Safety, ” merupakan kegiatan yang bisa menyatukan elemen bangsa yang cenderung retak, ujar peserta.

” Festival Damai Merajut Persatuan dalam Kebhine kaan dan Milineal Road Safety, ” nampaknya harus didukung oleh segenap warga masyarakat, terutama yang bermukim di wilayah Jabodetabek.

Dalam rapat koordinasi, Kompol Enny S menjelaskan kepada 12 unsur Partisipan dan komunitas bahwa kegiatan, yang telah mereka susun, terpaksa dirubah atau dikensel dari Jadwal yang ditetapkan.

Kegiatan 12 partisipan dan komunitas yang telah
ditetapkan bersama instansi terkait, seperti acara iklum STIA LAN, gerak jalan santai.
” Star dari depan Kemenag, putar depan Bank Mandiri arah ke Bundaran HI, tetapi tidak bisa memutar sekeliling kolam bundaran HI, ” kata Rini.

Begitu juga acara PAUD yang sudah disetujui gubernur di Monas, menghadirkan 7000 guru PAUD terpaksa, dialihkan kegiatannya ke Lapangan Menteng Jakarta pusat, kata Alfred S, tim kerja HBKB.

Peserta Festival Damai, yang datang dari berbagai daerah, panitia mempersiapkan 7000 bis antar kota, dan provinsi, mereka didrop di tiga Zona, zona I depan Hotel.Mandarin, Bundaran HI, dari sini peserta jalan kaki ke Monas.

Zona II Patung Tani, bis membawa peserta yang datang dari arah Bekasi, didrop di Patung Tani, dan Zona III, peserta yang datang dari arah Banten didrop di seputar RSUD Tarakan dan berjalan menapaki, menuju Monas, demikian Kompol Enny, S.

Dengan agenda “Car Free Days ” yang telah ditetapkan oleh partisipan dari 12 unsur komunitas, semula menggunakan Jalan Sudirman -Thamrin, dengan berbagai kegiatan olahraga, berubah secara otomatis.

Peserta Festival Damai, yang dipusatkan di kawasan Monas, diharapkan dapat mempererat Silaturahmi antar sesama anak bangsa, demikian Enny.S . (002)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2018 Pewarta 212