Connect with us

Tak Berkategori

HASIL PENCOBLOSAN PEMILU, JIWA YANG BERSIH DAPAT LIHAT YANG BENAR . oleh Risto

Published

on

Hasil pencoblosan pemilu yang dilaksanakan tanggal 17 April 2019 oleh warga negara Indonesia, jiwa yang bersih dapat melihat yang benar dan curang.
Hari Rabu petang (17/4) silam, sepuluh Lembaga Survei independen serentak menyajikan Quick Qount di depan presenter, berdialog menunggu jam 15.00 untuk menjelaskan hasil penghitungan suara dari 3000 sample TPS yang dirangkum oleh survei Independen dari 813.350 TPS yang ada di tanah air.
Penyaji hasil quick count, antara lain oleh Denny JA, Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanudin, Lembaga Indikator, Yunarto Wijaya Lembaga Charta Politika, Saiful Mujani, SMRC dan Hanta Yuda, Poltracking. Lembaga Survei nampaknya kompak dan sudah mempersiapkan penyajian yang akan disampaikan ke publik dengan ilustrasi menampilkan hasil penghitungan dan peraihan suara untuk pasangan Capres dan Wacapres 01 maupun 02.
Penyajian oleh Lembaga Survei tersebut tepat waktu yang ditentukan, membuka hasil Quick Count yang disaksikan ribuan mata, bahkan ratusan juta penduduk Indonesia.
Mereka dari Lembaga Survei dengan angkuhnya memulai menyajikan hasil Situng, yang diinput dari KPU sample yang diambil 3000 dari jumlah 813.350 TPS, yang bertebar di 83.184 desa/kelurahan di 34 Provinsi di tanah air.
Masyarakat Indonesia bahkan yang ada diluar negeri, mengikuti penjelasan dari berbagai lembaga survei, LSI, Indikator, Charta Politik, dan Indo Barometer, simpulannya hasil survei Situng dari 3000 TPS, angka tertinggi jatuh pada pasangan 01Jokowidodo – Ma’aruf Amin.
” Ini nampaknya lagu lama yang disiapkan dan dimainkan lagi oleh lembaga survei independen ” ujar mantan wartawan nasional yang menyaksikan hasil penghitungan suara di depan televisi.
Menurut metode research ilmiah, khususnya dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara, jika Populasi berjumlah seribu, misalnya, maka sample sedikitnya 2 % dari jumlah populasi tersebut.
Lembaga survei diduga menarik sample 3000 TPS, kurang dari 1 % seharusnya 16.000 TPS atau 2 ,% dari jumlah populasi yang ada dan ini sudah memenuhi syarat. Sample yang ditarik kurang dari 1% yakni ada 3000 dari populasi, nampaknya ini yang menimbulkan sengketa karena metode apa yang digunakan tidak disebutkan sebagai disyaratkan dalam undang undang pemilu.
Menurut Bawaslu, ada tiga pelanggaran oleh Lembaga Survei yang pertama tidak menyebutkan anggaran survei darimana, kedua metode survei apa ? dan ketiga selambatnya 15 hari setelah pencoblosan lembaga survei melaporkan hasilnya kepada KPU.
Maka Lembaga Survei yang sudah mendisain hasil untuk pasangan 01 nampaknya didukung dan bekerjasama dengann Middle KPU sebagai operator komputer yang bertanggung jawab. Middle komputer, mereka bukan PNS tetapi staf honor yang sudah profesional merubah dan mengurangi suara masuk ke KPU, tentu atas perintah pejabat yang berwenang.
Mereka nampaknya staf
sindikat yang diberi wewenang oleh pejabat agar SITUNG hasilnya cenderung seolah olah hasil Quick Count yang keluar atas Nama KPU.
Memang hari Rabu petang hasil SITUNG yang disiarkan televisi (17/4) pukul 15.00 sudah terlanjur ditayangkan oleh quick count secara nasional sehingga opini masyarakat gundah.
Salah satu staf KPU yang dipindahkan ke KPU daerah, terucap, ” KPU saya tidak mau tahu suara saya sekian,” ujarnya kepada wartawan.
Staf yang mengetahui permainan tersebut dipindahkan.ke KPU daerah. Ia yang bekerja di KPU mulai dibentuk KPU tahun 2006, ketika itu Sekretaris KPU Pertama Drs H Yusak mantan Kepala Biro Humas Departemen Dalam Negeri yang dibawa oleh Mendagri Yogi Ismemet mantan gubernur Jawa Barat.
Pejabat Dirjen Sospol Depdagri Jhon Sani, atasan staf tersebut, Ia mengungkapkan pesanan suara untuk Caleg yang mau jadi cukup berkata, ” Saya tak mau tahu suara saya sekian kata Sang Caleg , ” sambil menyerahkan amplop kepada tim middle KPU yang sudah menjadi profesinya, ujar staf yang terjepak dari KPU pusat.
Menurut Profesor Hermansyah ahli IT dari InstituteTekhnologi Bandung,
hasil Situng dari Quick Count yang disampaikan ketika itu penuh rekayasa dan disain begitu kasar oleh tim sindikat dengan Lembaga Survei diduga Abal Abal. Lembaga Survei dipesan untuk kepentingan kelompok tertentu, meskipun mengorbankan bangsa dan negaranya.
Siapapun anda ? Maupun warga negara yang telah menyalurkan hak suaranya. Tentu terenyuh dan mengupat, sedangkan di beberapa daerah masih berlanjut pencoblosan di TPS dan sebagian belum tuntas, tapi hasil penghitungan suara sudah diumumkan dan ditayangkan kan lewat televisi, seperti terjadi pada Pemilu 2014 dan Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.
Masyarakat umumnya terkesima dengan hasil penghitungan oleh lembaga survei yang diambil dari acakan Quick Count, dan apakah ini benar ? Tidak benar, das sollen und das sein yang nampaknya intI penelitian abu abu sehingga Lembaga Survei tersebut sudah melanggar kaidah ilmiah Research. Hasil Situng suara yang ditampilkan, nampaknya dirancang apa kata pemesan ?
Jika sample yang diambil 16.000 dari jumlah 813.650 TPS oleh Lembaga Survei tersebut, ” Kita yakin lembaga survei itu benar, ” ujar guru besar research dari STIA LAN kampus Jakarta.
Apakah ini sengaja menggiring opini masyarakat bahwa orang awam mengiyakan ? Akan tetapi masyarakat edukasi, terpelajar, dan intelektual yang ilmiah dapat memahami, ” Metode Research ” pasti menolak hasil Quick Count yang setiap hari ditayangkan di televisi, tetap angka tertinggi di pasangan tertentu dan angka itu ke itu saja untuk no urut 01 sejak disampaikan sampai saat ini.
Nampaknya Lembag survei, semakin hari, semakin leluasa mengungkapkan angka tertinggi untuk pasangan tertentu dan ditayangkan di televisi agar masyarakat mengiyakan pasangan tertentu meraih suara tertinggi.
Oleh karena itu, Lembaga Survei tersebut dilaporkan oleh Arief ketua Lembaga Harmoni Kebangsaan ke Bareskrim Mabes Polri, tgl 18 April 2019 lalu, bagaimana hasilnya sampai saat ini belum diketahui, kata anggota LSM Harmoni Kebangsaan sungguh.
Sementara guru besar Universitas Indonesia, Prof. Ronnie Higuchi Rusli juga menantang Lembaga Survei Quick Count yang merilis Situngnya yang tidak benar dan menyesatkan masyarakat, bahkan hasil QC cenderung mengarah ke pasangan 01, secara fakta meraih suara sangat tinggi untuk pasangan tertentu.Dan secara data nampaknya tidak seimbang, Ini yang telah diatur oleh tim untuk memenangkan pasangan 01 karena ada kepentingan tertentu, meskipun mengorbankan warga masyarakat, bangsa dan negaranya.

Tak layak
Prof Rusli juga menafik bahwa KPU tak layak penentu hasil Pemilu
sampai hari ini televisi tetap menyiarkan dan mengunggulkan pasangan 01 sebagai peraih suara tertinggi tidak berubah dari awal Situng Pemilu Rabu Petang, tanggal 17 April 2019 silam hingga disampaikan, Selasa dinihari (21/5) hasil Situng KPU.
Profesor Rusli menolak penghitungan suara yang dirilis televisi atas angka tertinggi untuk pasangan tertentu, karena Survei Independen diduga lembaga abal abal dari sisi ilmiah, ” Metode Researh” apa yang digunakan ? Dalam penyajian hasil penghitungan suara nampaknya cenderung menyalahi mekanisme reseach, dan melanggar ketentuan peraturan dan perundang undangan penyiaran sehingga Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) turun tangan tapi nampaknya juga tidak ditanggapi.
Berdasarkan DPT, jumlah pemilih tercatat 190.779.969 orang terdapat di 34 Provinsi, mulai dari sabang sampai merauke dengan jumlah 813.350 TPS, bertebar di berbagai RT/RW, di setiap Desa dan Kelurahan.
Menyikapi perdebatan yang berlarut larut di masysrakat menjelang tanggal 22 Mei 2019 tuding menuding Situng KPU karena diduga telah diciptakan berbagai mekanisme untuk mempertahankan “Status Que” sekelompok orang tertentu.
Dengan adanya legitimasi di KPU sehingga ia dapat berbuat semena mena terhadap hasil Situng yang sudah jelas melanggar ketentuan, hukum dan norma, sehingga timbul kebencian, perlawanan dsbnya kepada KPU dan jajarannya.
Yang sangat menyakiti lembaga survei hasil Quick Count. Televisi menayangrkan terus menerus kemenangan 01 sebagai peraihan suara tertinggi untuk pasangan tertentu sudah pasti dibayar, tanpa memandang norma dan etika yang berlawanan dengan.hati nurani yang suci, ujar relawan yang masih setia mengawasi Pleno Situng.
Pembahasan hasil Situng, jika melihat ke televisi paslon satu unggul, jika membuka Medsos Paslon dua yang unggul. Mana yang benar, Allahlah yang benar, ujar Mantan Menko Kesra RI Letjend TNI ( Purn) Ir H Azwar Anas, beberapa waktu lalu.
Untuk membuktikan kebenaran Situng KPU, seseorang dapat melihat hasil Situng yang benar dan yang curang, setelah empat hijab yang membatasi diri dengan penciptanya disucikan dari kotoran yang mengotori jiwanya karena dalam diri manusia ada unsur kejahatan dan kebaikan, makanya harus disucikan.
Pertama harus suci dari “Najis dan hadas”, kedua suci diri dari dosa lahir, ketiga suci dari dosa bathin, dan keempat sucikan hati Rabbaniyah (Roh suci).
Keempat hijab tersebut yang selalu menghalangi do’a dan pandangan yang baik cenderung menjadi buruk dan yang positif menjadi negatif.
Jika keempat hijab penghalangan doa dan pandangan hamba yang telah disucikan, akan diketahui kebenaran fakta dan data yang diintrouder oleh jajaran Situng KPU.
Profesor Dr. Husni Umar Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta mengungkapkan, secara Physicology masyarakat pengagum paslon 02 tampak dimana mana jika Prabowo Sandi turun ke berbagai daerah dan wilayah, komunitas dan relawan selalu ramai berlimpah.
Ini indikator yang membuktikan secara fakta dan data yang tidak bisa dipungkiri bahwa pasangan Prabowo Sandi unggul di atas angin.
Kecurangan yang semakin terjadi hingga tim BPN menyerahkan 73.715 bukti kesalahan input data Situng KPU ke Bawaslu, Jumat Petang silam (3/5).
Kesalahan input Situng KPU, disampaikan oleh Mustofa Nahwardaya, koordinator Relawan IT – BPN, yang diterima oleh Komisioner Bawaslu di gedung Bawaslu Jakarta, Jumat petang.
Komisioner Bawaslu Afifudin mengatakan bahwa KPPS disumpah untuk menjalankan tugasnya jika sengaja disalahgunakan, maka hukum karma pasti akan terjadi hingga tujuh keturunan.
Rekonsiliasi
Wakil Presiden Republik Indonesia. H Yusuf Kalla, jumat (24/5) sepintas melontarkan perlu rekonsialisasi untuk menentukan penyelesaian sengketa hasil penghitungan suara melalui mekanisme yang disepakati.
Rekonsialisasi, digelar di Monas Jakarta pusat dan terbuka secara nasional. Penyelenggaraan dengan membuka hasil pemilu yang menyajikan fakta dan data pemilu dari masing masing daerah Provinsi secara bergantian.
Inilah jalan dan solusi terbaik untuk memecahkan masalah (Disolve Problem) dalam upaya membuktikan dan mencari kebenaran hasil suara pemilu yang sah.
(001)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tak Berkategori

Tebar Hewan Kurban untuk Sesama

Published

on

By

Dompet Duafa.

Sahabat, setelah Idulfitri, kita bersiap menghadapi Iduladha. Artinya, menyiapkan hewan kurban.

Tapi, berkurban tidak harus selalu ke wilayah tempat kita tinggal. Kamu juga bisa berkurban ke daerah pelosok, terpencil, bahkan wilayah yang sulit terjamah hewan kurban. Tujuannya agar warga yang miskin dan dhuafa merasakan kebahagiaan hewan kurban.

Alhamdulillah dengan pengalaman Tebar Hewan Kurban ke berbagai penjuru negeri, bahkan dunia selama 25 tahun, Dompet Dhuafa akan kembali menebar kebaikan hewan kurban yang ditujukan untuk mereka yang membutuhkan.
.
Dompet Dhuafa menyediakan hewan kurban yang dikembangkan peternak lokal, dan didistribusikan ke berbagai pelosok negeri. Mulai dari proses pengembang biakkan, hingga distribusi, semua melalui quality control yang ketat.

Ada kabar baik hingga tanggal 30 Juni 2018 bagi yang menunaikan kurban di Dompet Dhuafa. Kami menyediakan hewan kurban dengan harga khusus. – Kambing Standar (berat 23-25 kg): Rp 1,775 juta. Potongan Rp 200 ribu dari harga normal Rp 1.975 juta.

Sahabat juga bisa mendapatkan kurban jenis lain:
– Kambing Premium (berat 29-35 kg): Rp 2,975 juta
– Sapi (berat 250-300 kg): Rp 13,500 juta

Harga khusus ini berlaku hingga 30 Juni 2019.
Harga ini berlaku hanya untuk transaksi transfer bank langsung ke Dompet Dhuafa.

Di Rekening Kurban atas nama Yayasan Dompet Dhuafa Republika.
*BCA 237.301.4443*
*BNI Syariah 009.153.8940*
*Muamalat 3.040.071.888*
*BRI Syariah 663.0888.888*
*Mandiri 101.000.6626.673*
*Mandiri Syariah 7.000.491.667*
*Permata Bank Syariah 0971.005.645*
*Maybank Syariah 2.700.006.364*
*Danamon Syariah 3.703.186.977*
.
konfirmasi transfer 0895331399051

atau kunjungi Gerai Zakat & Kurban Dompet Dhuafa PIM North SkyWalk Lantai 1 Samping Rasyidin
Jl. Metro Pondok Indah, RT.1/RW.16, Pd. Pinang, Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12310
https://maps.app.goo.gl/9ej6s

Continue Reading

Tak Berkategori

NGINGETIN DIRI SENDIRI NANTI LAGI LEBARAN…. HABISKAN ATAU JANGAN MINUM SAMA SSEKALI,,

Published

on

By

Pewarta212.com-Inilah kebiasan buruk yang sering kita lihat dalam sebuah acara, padahal tidak haus sama sekali tapi meminum hanya seteguk lalu meninggalkannya.

Adakah orang lain akan meminum air bekas kita, tentu jarang?!
Akan kemanakah air gelas sisa itu, tentu akan dibuang.

Anda tau ada sebagian negara saudara kita rela berjalan ribuan kilo hanya untuk mendapatkan setetes air minum.

Itulah yang disebut ISRAF / PEMBOROSAN.

Padahal Allah secara jelas mengelompokkan sesiapa yg berlaku israf sebagai golongan SETAN. “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat hak mereka dan kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
.
Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” Al İsra’ 26-27. “… makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” Al A’raf 31.

. ​Jadi, jika hanya haus sedikit, tahanlah sampai di rumah. Jika tak mampu menahan, minumlah dan bawalah bersamamu ketika hendak pulang. Jangan buat tuan rumah melakukan perbuatan israf dengan membuang-buang air bekas minuman kita karena ketidaktahuannya soal hukum İsraf.​
Hati-hati Allah tak segan memberikan hukuman atas segala perbuatan kita termasuk israf, semisal banjir, berkurangnya atau bahkan hilangnya nikmat rejeki yang berkah, dsb.
Lain kali ​ minumnya jangan disisakan yaa​! 🙏🏻😉
#COPAS Fb nur aliya

Continue Reading

Tak Berkategori

Sambil digendong si kecil terima santunan ramadhan dari Dapur Santri Indonesia (DSI).

Published

on

By

Continue Reading

Trending

Copyright © 2018 Pewarta 212