Connect with us

News

Gubernur DKI,Bpk Anies Baswedan memotong hewan Qurban

Published

on

Pewarta212.com-Di setiap perayaan dan pelaksanaan hari raya, terlebih hari Raya Idul Adha, selalu saja menghadirkan peristiwa yang menarik dan lucu, dari mulai sapi kurban yang lepas dan kabur ketika ingin di sembelih, atau ada panitia kurban yang sampai diseruduk oleh hewan kurban, kambing yang tidak mau di tarik untuk di giring ke lubang atau tempat pemotongan, dan cerita merarik lainnya yang kemudian menjadi viral di media sosial.

10 Dzulhijjah 1440 H, atau yang bertepatan dengan hari ahad, tanggal 11 Agustus 2019, di media – media sosial seperti Instagram, WA Groups, Facebook, dan lain – lain, kita di kejutkan dengan foto seorang laki – laki berkaca mata, mengenakan baju koko putih sedang memotong hewan kurban yaitu sapi. Ketika kita menyembelih (memotong) khususnya sapi, secara natural darah secara langsung keluar bahkan muncrat ke segela arah dan tentu bisa mengenai baju, celana, bahkan wajah dari orang yang menyembelih, juga orang – orang yang ada di dekat dari sapi kurban tersebut. Dan tentu bagi sebagian orang yang tidak biasa melihat prosesi ini akan merasakan jijik, bau, bahkan sampai ada yang muntah karena kagetnya melihat darah dari hewan kurban tersebut.

Tapi tidak dengan laki – laki berkacamata dan berbaju koko seperti fotonya telah kita lihat, beliau begitu tenang bahkan dengan penuh penghayatan ketika melaksanakan prosesi penyembelihan sapi kurban yang beratnya bisa kita kira – kira diatas 1 ton. Keberanian, dan Kemampuan memotong hewan kurban khususnya sapi tidaklah mudah karena mentalpun harus di persiapkan. Darah yang tadi seketika keluar dan muncrat dari leher sapi itu pun mengenai dan membasahi baju koko putih bahkan sampai mengenai wajah dan kacamatanya.

Mungkin foto – foto pemotongan sapi kurban yang dilakukan oleh laki – laki berkacamata dan berbaju koko tersebut akan biasa – biasa saja beredar di media sosial dan akan berlalu begitu saja. Tetapi kemudian foto – foto ini mendadak viral, karena lelaki yang berkacamata dan berbaju koko putih tersebut adalah Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Bapak Dr. H. Anies Rasyid Baswedan.

Terlintas dibenak kita, seorang Gubernur sebenarnya tinggal memberikan kuasa kepada panitia kurban untuk memotongkan sapi kurban yang telah di sumbangkannya, tapi tidak dengan pak Anies, beliaulah yang justru melaksanakan sendiri pemotongan hewan kurban tersebut. Seperti yang telah penulis sampaikan diatas, memotong sapi (kurban) butuh mental, keberanian, dan kemapuan tersendiri. Peristiwa ini tentunya memberikan keteladanan dan contoh yang sangat baik bagi kita ummat Islam bahwa kepemimpinan adalah contoh, bukti dan kerja nyata. Hal ini akan berdampak positif karena sang pemimpin memiliki relasi yang kuat kepada masyarakatnya dengan telah berbuat dan bertindak, walaupun itu dalam bentuk yang sederhana. Seeing Is Believing.

Semoga Idul Adha 1440 H ini memberikan kita pembelajaran yang holistic tentang makna kepemimpinan, ketauladan dari para pemimpin kita. Dan semoga Allah Azza Wajalla mencurahkan keberkahan yang tiada bertepi kepada pemimpin ibukota tercinta dan juga kepada seluruh warganya, Aamiin Yaa Rabbal A’lamiin. # Arif

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Sempat Terkena Badai, Jamaah Haji Khusus Patuna Kembali dengan Selamat

Published

on

By

Pewarta212.com-Jakarta, 19 Agustus 2019 – Seluruh jamaah haji khusus dari Patuna Travel yang berjumlah 417 orang telah kembali dengan selamat di Tanah Air pada Minggu (18/8/2019), walaupun kabarnya di Padang Arafah dan Mina, Arab Saudi, sempat terjadi hujan badai.

“Alhamdulillah semua jamaah haji Patuna Travel jumlah dari keberangkatan dan kepulangan kita sama di haji khusus tidak ada yang berubah sampai saat ini juga,” ungkap Syam Resfiadi, Direktur Umum PT Patuna Mekar Jaya (Patuna Travel), ditemui saat tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu.

Pada musim haji 1440 Hijriah/2019 ini Patuna Travel memberangkatkan sebanyak 417 jamaah, termasuk 19 orang petugas haji yang mengawal dan membantu para jamaah mulai dari Tanah Air, kemudian saat beribadah di Tanah Suci hingga kembali lagi ke Indonesia.

Terkait hujan badai yang terjadi di Arafah dan banjir di Mina, Syam mengatakan pihaknya telah mengantisipasi dengan membuat jamaah tidak bermalam di Mina, tetapi membayarkan fidiyah untuk para jamaah.

“Setelah badai di Arafah pada 9 Djulhizah, di Mina pada tanggal 11 Djulhizah juga mengalami hujan di sore hari. Karena di padang pasir banyak gunung-gunung batu, maka ketika hujan tidak ada resapan air sehingga menyebabkan banjir bandang. Patuna mengantisipasi dengan membuat jamaah tidak bermalam atau mabit di Mina, dan kita membayarkan fidiyah buat mereka,” ucap Syam.

Sementara, menurut Ponco, seorang jamaah haji khusus Patuna mengungkapkan dirinya puas atas strategi pelayanan dalam mengatasi segala permasalahan yang terjadi saat di Tanah Suci dan juga dalam mengatur jadwal rangkaian ibadah.

“Secara keseluruhan penyelenggaraan haji oleh Patuna Travel saya rasakan sangat baik, karena petugas yang telah berpengalaman sehingga bisa mengatur semua kegiatan ibadah kami. Akhirnya kita bisa melakukan segala ritual rukun dan wajib hajinya secara benar dan lancar semuanya,” tuturnya.

Continue Reading

News

*Forum Krama Bendega Gelar Beach Clean Up Di Pantai Muaya Jimbaran*

Published

on

By

Pewarta212.com-Sekelompok para nelayan yang tergabung dalam Forum Krama Bendega bersama Kelompok Sadar Nelayan Jimbaran berpeluh keringat demi membersihkan sampah plastik dan ranting-ranting kayu di Pantai Muaya Jimbaran, Minggu (18/8/2019).

“Aksi Beach Clean Up ini merupakan wujud bhakti kami terhadap kebersihan lingkungan yang dihadiri oleh 60 nelayan pesisir yang berada di kawasan Jimbaran,” tutur I Made Artana.

Menurutnya, Kegiatan ini juga dalam upaya mengimplementasilan Peraturan Gubernur Koster no 97 tahun 2018 tentang pembatasan timbulan sampah plastik, Kedepan pihaknya berharap akan menjadi program bekelanjutan dan dilaksanakan secara serentak dan bersama minimal setiap bulan sekali.

Tentunya, dengan adanya aksi bersih-bersih di pantai seperti ini diharapkan bisa memberikan manfaat bagi semua pihak. Mulai dari wisatawan, pelaku pariwisata, maupun masyarakat Bali sendiri. Hal ini dikarenakan sejumlah pantai di Bali merupakan tempat yang biasa dipakai untuk upacara keagamaan tiap tahunnya.

Keberadaan Forum Krama Bendega sebagai pengejawantahan dari Perda Bendega No 11 Tahun 2017 memiliki nilai strategis sebagai stakeholder dari masyarakat pesisir yang turut menjaga kelestarian lingkungan biota laut Bali di masa depan. Namun untuk lebih mensejahterakan masyarakat pesisir maka diperlukan landasan hukum Pergub Bendega.

“Jika kita memiliki Subak di pegunungan dan Lembaga Desa Adat di daratan maka keberadaan Bendega sebagai lembaga milik masyarakat pesisir di provinsi Bali seharusnya disetarakan, sudah saatnya Bali memiliki sebuah Peraturan Gubernur (Pergub) Bendega yang mengatur tentang aktivitas sosial dan budaya nelayan di pesisir.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Forum Bendega, I Made Artana, Ketua Kelompok Sadar Nelayan (KSN) Jimbaran, I Made Komet dan Ketua Nelayan Mina Kali, I Wayan Rasna) serta Teruna-Teruni di wilayah Jimbaran setelah sebelumnya diberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba selasa 13 Agustus 2019 oleh BNNK Badung dan Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) Bali.

Continue Reading

News

*Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla Jadi Saksi Pernikahan Anak Bamsoet*

Published

on

By

*SIARAN PERS*

Pewarta212.com *JAKARTA* – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo bersyukur akad nikah puteranya, Yudhistira Raditya Pujono Soesatyo dengan Nadira Isnindiati Kuringa Kusumabrata, yang berlangsung di Lobby Kudus, Hotel Sunan, Jakarta, Senin pagi (19/08/19), berjalan khidmat dan penuh syukur. Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla hadir menjadi saksi pernikahan. Sementara, Ketua BPK RI Moermahadi Soerja Djanegara memberikan sambutan mewakili keluarga besar mempelai dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menyampaikan tausiyah pernikahan.

Turut hadir dalam acara akad nikah itu Menko Maritim Luhut Panjaitan, Menteri Pertanian Amran, Menristek Dikti, Akbar Tanjung, MS Hidayat dan sejumlah tokoh lainnya.

“Tak terasa anak-anak sudah tumbuh besar dan mulai membangun rumah tangganya masing-masing. Sebagai orang tua, doa dan curahan cinta telah kami berikan sebagai bekal bagi mereka mengarungi episode kehidupan selanjutnya. Mohon doa restu dari kawan-kawan semua, Insya Allah Yudhis dan Nadira bisa membangun rumah tangga Sakinah, Mawaddah, Warohmah,” ujar Bamsoet penuh kebahagiaan.

Bendahara Umum DPP Partai Golkar 2014-2016 ini menilai, pernikahan bukan hanya mengikat kedua insan manusia saja, melainkan juga mengikat kedua keluarga besar masing-masing mempelai. Menguatkan jalinan silaturahim, serta mengokohkan persaudaraan kebangsaan.

“Sebagai orang tua, tiada yang lebih membahagiakan selain melihat anak-anak bisa membangun rumah tangga dengan penuh cinta. Insya Allah Yudhis dan Nadira bisa menjadi pasangan suami-istri yang saling menghormati dan menjaga satu sama lain,” tutur Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga mengingatkan kepada kedua mempelai, mahligai pernikahan hanya dapat melaju jika suami-istri bisa bekerja sama dalam menerjang derasnya ombak samudera kehidupan. Karena perjalanan rumah tangga tidak semudah yang dikira, namun juga tak sesulit yang disangka.

“Kuncinya adalah kerjasama dan mau saling mendengar. Jangan biarkan ego masing-masing menguasai jalannya roda rumah tangga. Seperti kata Bung Karno, laki-laki dan perempuan tak ubahnya dua sayap seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya. Jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali,” pungkas Bamsoet. (*)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2018 Pewarta 212