Connect with us

Agenda

Dinar Dirham Muhammadiyah

Published

on

Pewarta212.com-Keluarga besar Muhammadiyah secara sistematis tengah menjajaki kemungkinan penerapan dinar dan dirham sebagai alat transaksi. Dimulai setahun lalu oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dilanjutkan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan baru-baru ini Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), seminar bertema “Mengembalikan Dinar dan Dirham Sebagai Mata Uang Syariah Untuk Menyelamatkan Perekonomian Global” telah diselenggarakan.

Pembicara seminar adalah para pakar dari berbagai negara, termasuk Shaykh Umar I Vadillo, pelopor gerakan pengembalian muamalah, yang bertindak sebagai “pembicara kunci” dalam ketiga seminar. Pada tingkat Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah soal ini juga pernah dibahas di salah satu rapat plenonya, di Yogyakarta, dengan promotor utamanya Dr Bambang Soedibjo, salah satu ketua PP, dan mantan menteri keuangan, yang sangat paham kelemahan sistem moneter saat ini.

Sementara itu, di kalangan jamaah Muhamamdiyah, penggunaan dinar dan dirham telah mulai dilakukan, hanya saja masih pada skala sangat terbatas dan secara individual. Bahkan, seminar di UMJ di atas disertai dengan pembagian zakat sebanyak sekitar 150 dirham perak kepada mustahik di sekeliling kampus. Sebuah pasar kecil juga digelar hingga mustahik dan umat lain bisa berjual beli dengan dinar dan dirham.

Peluang bagi Muhammadiyah untuk sukses dalam menerapkan dinar dan dirham ini sangatlah besar. Dengan perkiraan 30 juta anggota dan ribuan unit amal usaha di kalangan Muhammadiyah, penggunaan dinar dan dirham bisa berjalan dengan sangat cepat. Rumah sakit dan kilinik, sekolah dari TK sampai universitas, rumah-rumah panti asuhan, hotel dan wisma, unit-unit usaha lain yang ribuan jumlahnya, yang dimiliki keluarga besar Muhammadiyah, merupakan jalur distribusi dan sirkulasi koin dinar dan dirham.

Lazismu, baik di pusat maupun yang tersebar di berbagai jajaran dan tingkat, adalah jalur lain perputaran dinar dan dirham. Penggunaan dinar dan dirham di kalangan keluarga besar Muhammadiyah tidak saja akan bermanfaat bagi kalangan sendiri. Langkah Muhammadiyah ini akan menjadi pemandu, dan lokomotif, ormas dan jamaah-jamaah Islam lain untuk mengikutinya. Dan hal ini tidak saja akan berdampak pada umat Islam di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia karena dinar dan dirham Muhammadiyah akan berlaku dan diterima secara universal di seluruh dunia. Saat ini dinar dan dirham telah digunakan di banyak negeri, mulai dari Maroko sampai Merauke, hanya dalam jumlah terbatas dan belum sistematis.

Meski peluang bagi dinar dirham Muhammadiyah sangat besar, demikian pun tantangannya. Dari serangkaian seminar dan kajian yang telah berlangsung selama ini, jelas tampak bahwa pemahaman di kalangan Muhammadiyah masih beragam. Bahkan, ada yang salah paham dengan mengira penerapan dinar dan dirham ini adalah sebentuk kegiatan investasi emas dan perak. Termasuk “investasi emas bodong” yang merugikan masyarakat sampai triliunan rupiah itu.

Kesalahpahaman ini adalah akibat dari pandangan umum masyarakat yang keliru akibat kampanye pihak-pihak tertentu yang menekankan bahwa emas dan perak adalah “alat investasi terbaik”. Padahal, emas dan perak, dalam syariat Islam merupakan komoditas khusus yang digunakan sebagai alat takar, pengukur nilai, serta sebagai alat bayar dan alat tukar yang harus berputar dalam masyarakat.

Penerbitan dan pengedaran dinar dan dirham sama sekali tidak bermotif bisnis dan mencari keuntungan. Penerapan kembali dinar dan dirham adalah semata-mata untuk memenuhi tuntutan syariat Islam, baik dalam jual-beli maupun ibadah khususnya pembayaran zakat uang dan barang niaga. Tanpa dinar dan dirham banyak ketentuan syariat Islam yang terkait dengan nishab, hudud, mahar, utang piutang, dan jual beli yang adil, dan lainnya, yang tidak bisa dijalankan.

Umat Islam, pada akhirnya, tidak bisa menghindar untuk menerapkan dinar dan dirham ini. Ini seperti yang dilakukan oleh Sultan Bolkiah tahun lalu ketika hendak menerapkan syariat Islam, maka dinar dan dirham harus kembali dirujuk sebagai standar perhitungan nilai dan harga.

Maka, langkah Muhammadiyah berikutnya, paling tidak ada tiga hal yang utama. Pertama, membawa masalah dinar dan dirham ini menjadi agenda Majelis Tarjih Muhammadiyah. Ini untuk menelaahnya secara lebih dalam dan luas, untuk menghasilkan fatwa tentang keduanya, dalam kaitan dengan muamalah dan ibadah (zakat). Penerbitan fatwa ini akan menjadi landasan operasional yang kokoh dan bermanfaat bukan saja bagi kalangan Muhammadiyah sendiri, tetapi juga bagi umat Islam di seluruh dunia. Di sini Muhammadiyah bisa kembali menunjukkan kepeloporannya sebagai gerakan umat.

Kedua, mendorong unit-unit dan amal usaha Muhammadiyah, untuk mulai menerapkan penggunaan dinar dan dirham dalam transaksi sehari-hari. Termasuk Lazismu mulai menarik dan membagikan zakat mal dalam dinar dan dirham. Berbagai kegiatan Festival Hari Pasaran (FHP) dan jaringan pengguna dinar dirham Nusantara (Jawara Muamalah) yang sudah tersebar di berbagai kota, tentu bisa bersinergi dengannya. Di sini Muhammadiyah dapat membuktikan peran aktifnya dalam menyejahterakan umat melalui sunah Rasul SAW yang mampu mengatasi problem mendasar dan kronis sistem keuangan ribawi di zaman ini.

Ketiga, melanjutkan pembahasan di tingkat PP secara mendalam dan terbuka untuk rencana pencetakan dan pengedaran dinar dan dirham Muhammadiyah yang rancangannya telah tersedia. Dinar dan dirham Muhammadiyah akan bersanding dengan dinar dan dirham yang telah dicetak dan diedarkan oleh umat Islam di berbagai negeri. Ini akan membawa pamor Muhammadiyah di tingkat umat berkibar di seluruh jagat raya. Bisa dipastikan langkah Muhammadiyah, karena kekuatan jamaahnya, akan ditiru oleh pihak-pihak lain di dunia ini.

Langkah-langkah Muhammadiyah ini lebih-lebih menjadi sangat penting dan relevan di tengah makin terpuruknya sistem uang kertas beberapa pekan terakhir ini. Khususnya terus merosotnya daya beli rupiah. Merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dari posisi stabil terakhir di sekitar Rp 9.500 beberapa tahun lalu menjadi saat ini sekitar Rp 14,230.80 bermakna bahwa rakyat Indonesia telah dipermiskin hampir sekitar 40 persen dalam waktu singkat. Kerja keras dan nilai seluruh sumber daya alam kita, dan kualitas manusianya tentu saja, musnah begitu saja.

Itulah akibat dari sistem riba yang berlaku. Saatnya ormas sekaliber Muhammadiyah mengambil terobosan nyata dalam mengatasi persoalan ini secara mendasar. Dan dinar emas dan dirham perak Muhammadiyah adalah pintu masuknya. Semoga! n

Zaim Saidi
Pendiri Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC)

Foto adalah ilustrasi dinar dan dirham yang sudah beredar dikalangan terbatas

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Agenda

*DIBALIK KETIDAKTAHUAN*

Published

on

By

Pewarta212.com-⛵*Nabi NUH* belum tahu Banjir akan datang ketika ia membuat Kapal dan ditertawai Kaumnya.

🐏 *Nabi IBRAHIM* belum tahu akan tersedia Domba ketika Pisau nyaris memenggal Buah hatinya.

🎋*Nabi MUSA* belum tahu Laut terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.

💝Yg Mereka Tahu adalah bahwa Mereka harus Patuh pada Perintah ALLAH dan tanpa berhenti berharap yg terbaik.

💝Ternyata dibalik KETIDAKTAHUAN kita, ALLAH telah menyiapkan Kejutan !

💝SERINGKALI Allah berkehendak di-detik2 terakhir dalam pengharapan dan ketaatan hamba2NYA.

💝Jangan kita berkecil hati saat spertinya belum ada jawaban doa. Karena kadang Allah mencintai kita dgn cara2 yg kita tidak duga dan kita tidak suka.

💝Allah memberi apa yg kita butuhkan, bukan apa yg kita inginkan !!

💝Lakukan bagianmu saja, dan biarkan Allah mengerjakan bagianNYA.

💭*_LANGKAH MENUJU SYURGA_*💭

🌼 Ada 5 perkara, kita semua pasti inginkan serta berusaha untuk mendapatkannya

1. wajah yg menarik
2. duit yg banyak
3. sehat dan kuat
4. anak-anak yg patuh dan sukses
5. Tidur nyenyak tanpa Obat penenang

🌾 Hal itu Mudah kita peroleh, hanya butuh waktu 15 menit saja

Bagaimana caranya…

Nabi bersabda :
1. Siapa yg tinggalkan *shalat Subuh* maka wajahnya tak akan ada cahaya

2. Siapa yg tinggalkan *shalat Dzuhur* niscaya tak ada keberkahan dalam rezekinya

3. Siapa yg tinggalkan *shalat Ashar* niscaya tak ada kekuatan dalam jasadnya

4. Siapa yg tinggalkan *shalat Magrib* niscaya tak ada buah hasil yg boleh di petik dari anak-anaknya

5. Siapa yg tinggalkan *shalat Isya’* tak ada kenyamanan dalam tidurnya.

🌿 Tahu kenapa kalimat *Laa ilaaha Illallaah* tidak sampai menggerakkan bibir jika diucapkan ?

🍃 Sebab ini adalah Rahmat dari Allah kpd kita supaya jika maut menghampiri dengan mudah ia menyebutkan kalimat itu.

🌴 Mudah-mudahan tangan yg mengirim dan menyebarkan ini kelak tidak sulit untuk melafadzkan kalimat *Laa ilaaha Illallaah*.

Silahkan SHARE jika dirasa bermanfaat.

Sumber:fb redaksi islam..

Continue Reading

Agenda

ALUMNI STIA LAN DUKUNG JAKARTA JADI KOTA DUNIA LEWAT HALAL BIHALAL

Published

on

By

Panitia Halal Bihalal alumni STIA LAN, seusai survei tempat kegiatan kawasan Thamrin Jakarta. foto Yuni

Pewarta212.com-Jkt, (16/6)- Ikatan Alumni Sekolah Tinggi ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) mendukung Jakarta menjadi kota dunia yang bersih, aman, dan sehat.

Acara silaturahmi dan halal bihalal, segenap alumni, yang akan dilaksanakan di Auditarium Kemenag, Minggu depan (23/6), mengangkat Tema, ” HALAL BI HALAL DAN SILATURAHMI” jadikan kota Jakarta yang bersih, aman dan sehat, ujar Maman Saefullah, S. Sos, Msi, Ketua umum Alumni STIA LAN.

Ia mengungkapkan idenya kepada Pers di ruang kerjanya, di Jakarta, Belum lama ini, mengimbau alumni yang masih aktif, mendukung seniornya untuk menigkatkan ekonomi keluarga purna bakti lewat koperasi.

Agenda silaturahmi dan halal bihalal alumni didahului kegiatan bakti sosial bersih bersih di seputar jalan protokol utama Thamrin, Halte Busway BI, kawasan seputar gedung Kemenag.

Acara pokok lainnya gerak jalan santai Alumni dan diikuti warga masyarakat serta donor darah, yang dimulai, ” Star ” depan gedung Kemenag mutar bundaran HI dan Finish depan Kemenag lagi.

Kegiatan alumni
yang masih aktif, diimbau mendukung seniornya yang sudah Purna Bakti untuk menciptakan ekonomi keluarga, melalui koperasi nampaknya bisa digerakkan secara terpadu.

Untuk itu, diimbau Alumni yang ada, baik aktif dan Purna Bakti, mendaftarkan namanya melalui pendistribusian pengisian formulir anggota Iklum Stia Lan atau melalui WA yang disiapkan dan di “SHARE” ke masing alumni.

Acara halal bihalal yang akan dilaksanakan minggu (23/6), diharapkan alumni yang ada di wilayah Jabodetabek, berkenan hadir, kata ketua Panitia Yayan Darlian.

Continue Reading

Agenda

Heni Suhaeni mantan pramugari Garuda akan mengadakan buka puasa bersamasama anak-anak yatim piatu

Published

on

By

Pewarta212.com-Heni Suhaeni mantan pramugari Garuda akan mengadakan buka puasa bersama (Bukber) di kediamanya di Giri Loka 2, jalan merapi Blok M, BSD, Tangerang Selatan pada hari Jumat, 31 Mei 2019.

Acara bukber ini diadakan oleh Heni suhaeni bersama mantan pramugari Garuda lainnya dan pengajian majelis ta’lim Asy Syukuriah. Pada acara ini juga akan dibagikan santunan untuk anak yatim, menurutnya alangkah indahnya apabila kita bisa berbagi di bulan yang penuh berkah ini.

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya. (HR al-Bukhari (no. 4998 dan 5659, Shahih)

Selain itu, acara buka bersama ini juga akan dihadiri oleh ustadz Sholeh Mahmoed Nasution untuk memberikan kultum sebelum buka puasa sekaligus memimpin doa.

Heni berharap semoga acara ini bisa berjalan lancar dan tidak ada hambatan.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2018 Pewarta 212